Wednesday, 7 October 2015

Gobak Sodor

GOBAK SODOR

              Gobak sodor atau ada yang menyebutnya Galasin atau permainan Hadang merupakan permainan tradisional masyarakat Indonesia yang masih sering dimainkan oleh anak-anak. Permainan gobak sodor dimainkan di atas lapangan berbentuk segi empat dengan ukuran lapangan 9 x 4 meter yang dibagi menjadi 6 bagian. Bagian- bagian tersebut dibatasi dengan garis pembatas.
               Permainan gobak sodor dimainkan oleh dua tim, yaitu tim yang satu bergerak secara vertikal dan tim lainnya bergaerak secara horizontal. Biasanya terdapat satu orang yang berjaga pada tiap garis batas vertikal. Tugas anggota tim yang menjaga garis batas vertikal tersebut adalah menghalangi jalannya anggota tim yang berjalan secara horizontal. Oleh karena itu permainan ini sangat mengasikkan dan dibutuhkan fisik yang kuat serta analisis yang baik.
Persiapan dan cara bermainnya :
  1. Anda terlebih dahulu membuat garis-garis pembatas pada lapangan gobak sodor menjadi 6 bagian. Garis pembatas tersebut dapat anda buat dengan menggunakan kapur tulis atau cat berwarna putih agar jelas garis pembatasnya.gambar lapangannya :
  2. Setelah lapangan gobak sodor telah dibuat, langkah selanjutnya adalah anda membentuk dua tim untuk bermain gobak sodor. Satum tim terdiri dari 3 sampai 5 orang anggota (bergantung luas lapangan dan banyaknya orang yang akan bermain). Satu tim akan menjadi tim penjaga dan satu tim lainnya akan menjadi tim penyerang. 
  3. Tim yang menjadi tim penjaga, menugaskan tiap anggotanya untuk berjaga pada masing-masing garis pembatas vertikal. Tugasnya yaitu menjaga atau menghalau laju anggota dari tim penyerang. Anggota yang bertugas menjaga di garis vertikal harus menjaga keseluruhan garis vertikal tersebut.
  4. Tim yang menjadi tim penyerang adalah bertugas untuk melewati garis batas yang telah dijaga tim penjaga agar dapat menyerang hingga garis finish atau garis pembatas yang berada di paling belakang lapangan (base akhir). Kemudian kembali lagi hingga ke garis start atau garis pembatas yang paling depan (base awal). 
Peraturan Permainannya :
  1. Pemain hanya terdiri dari 2 tim dan beranggotakan maksimal 5 orang. 
  2. Jika 1 tim terdiri dari 5 orang anggota, maka lapangan harus dibentuk menjadi 4 kotak persegi panjang atau 4 bagian yang 5 x 3 meter (disesuaikan).
  3. Tim penjaga hanya bertugas untuk menjaga agar tim lawan tidak bisa menempuh garis finish. 
  4. Tim penyerang harus berusaha menuju garis finish dan jangan sampai “tersentuh” oleh tim penjaga dan dapat memasuki garis finish dengan syarat tidak ada satu pun anggota penyerang yang masih berada pada wilayah “start”.
  5. Tim penyerang dapat dikatakan menang apabila salah satu dari anggota tim penyerang dapat kembali lagi ke garis “start” tanpa tersentuh oleh tim penjaga. 
  6. Sedangkan, tim penyerang dapat dikatakan kalah apabila salah satu dari anggota tim penyerang tersentuh oleh tim penjaga atau tim penyerang keluar dari garis pembatas lapangan yang telah ditentukan. Apabila hal tersebut terjadi, maka akan dilakukan pergantian posisi, yaitu tim yang sebelumnya menjadi tim penjaga akan bertugas menjadi tim penyerang dan tim yang sebelumnya menjadi penyerang akan bertugas menjadi tim penjaga.




SELAMAT MENCOBA
Mari tetap berolahraga agar badan kita sehat.



Sunday, 4 October 2015

Dosa Besar Guru, Merasa Paling Tahu

Menjadi seorang guru harus mau belajar. Guru yang malas belajar dan enggan meningkatkan ketrampilan karena merasa paling pandai dan paling tahu termasuk dosa besar yang dilakukan oleh guru.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidik Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah Dr. Subiyantoro, mengutip teori Paulo Freire, di hadapan peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk Guru TIK SMP/SMA/SMK se-Kabupaten Jepara di Ruang Multimedia SMAN 1 Jepara, Senin pagi (10/8).

"Dosa besar lainnya, guru mengambil jalan pintas dalam mengajar dengan tidak melakukan persiapan," lanjutnya.

Subiyantoro juga menyebutkan, perangkat yang harus disediakan guru seperti RPP bukan hanya sebagai dokumen pelengkap administrasi, namun juga digunakan sebagai dasar pelaksanaan dan alat evaluasi pembelajaran.

Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara bekerjasama dengan LPMP Jawa Tengah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Dikmen Dinas Dikpora Kabupaten Jepara Agus Noer Slamet.

Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru TIK ini baru pertama kali diadakan di Kabupaten Jepara, bahkan juga di Jawa Tengah.

Pelatihan akan dilaksanakan dalam 4 angkatan yang masing-masing berlangsung selama 5 hari. Angkatan pertama akan dilaksanakan tanggal 10 hingga 14 Agustus. Angkatan ke-2 tanggal 24 hingga 28 Agustus. Kedua angkatan pertama ini diperuntukkan bagi Guru TIK SMP.

Angkatan ke-3 diperuntukkan bagi Guru TIK SMK tanggal 31 Agustus hingga 4 September. Sedangkan angkatan ke-4 bagi Guru TIK SMA dan SMK dilaksanakan tanggal 7 hingga 11 September mendatang.

Bersamaan dengan angkatan pertama ini juga diselenggarakan pelatihan bagi guru-guru kelas SD di tempat yang sama namun di kelas yang berbeda.
Sumber : LPMP Jawa Tengah

Friday, 2 October 2015

Roll Belakang

Roll Belakang (Berguling Ke Belakang)



Pengertian Roll Belakang :
salah satu gaya gerakan senam yang dilakukan dengan posisi badan berguling ke arah belakang badan melalui bagian belakang badan, mulai dari panggul bagian belakang, pingga, punggung, dan tengkuk. Adapun beberapa contoh gerakan senam lantai roll belakang terdiri dari dua bagian penting, yaitu senam lantai roll belakang secara perseorangan dan senam lantai roll bekalang secara berpasangan.
Teknik pelaksanaan Roll Belakang :
  1.  Berdiri tegap dan kedua tangan diangkat lurus ke atas membentuk huruf "V"
  2.  Lalu pandangan lurus ke depan
  3. Kemudian ikuti dengan menekuk kedua lutut hingga agak jongkok atau setengah jongkok dan tangan lurus kedepan
  4. Lalu gulingkan badan ke belakang dengan tangan siap menyanggah dan memberi dorongan agar mendapat gulingan yang maksimal
  5. Pada saat berguling kaki lurus dan saat menjatuhkan kaki dijatuhkan jauh di atas kepala
  6. Lalu kembali keposisi semula yakni berdiri tegak dengan pandangan mata ke arah depan

Roll Depan (berguling ke depan)

Roll depan ( Berguling Ke depan )

PENGERTIAN ROLLING DEPAN: 
Guling ke depan atau guling ke depan adalah berguling ke depan atas bagian belakang badan (tengkuk, punggung, pinggang dan panggul bagian belakang). Latihan ke depan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu guling ke depan dengan sikap awal jongkok dan guling ke depan dengan sikap awal berdiri

Teknik senam lantai roll depan
  1. Gerakan senam lantai roll depan dapat anda awali dengan sikap jongkok dengan kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
  2. Kedua kaki anda luruskan, siku ditekuk, kepala dilipat hingga dagu menyentuh dada
  3. Lakukan gerakan menggulingkan badan ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki anda dilipat rapat pada dada
  4. Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan kemudian berusaha bangun
  5. Sikap akhir dari roll depan adalah tubuh berdiri seperti semula
 Kesalahan – kesalahan
  1. ·       Kedua tangan yang bertumpu tidak dapat (dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit, terlalu jauh atau terlalu dekat) dengan ujung kaki.
  2.    Tumpuan salah satu atau keduia tangan kurang kuat, sehingga keseimbangan badan kurang sempurna dan akibatnya badan jauh kesamping.
  3.       Bahu tidak diletakkkan diatas matras saat tangan dibengkokkan.  
  4.       Saat gerakan berguling ke depan kedua tangan tidak ikut melolak. 

Sunday, 27 September 2015

Indonesia Raih Juara Umum ke-3 International Earth Science Olympiad (IESO) di Brazil

 
“Ini prestasi yang sangat membanggakan sekali, dan ini sangat luar biasa dengan dibuktikan putra bangsa meraih medali emas pada ajang olimpiade bergengsi di Brazil,” tutur Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Purwadi Sutanto saat menjemput para peraih medali tersebut, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (22/09/2015).
 
Para peraih juara tersebut adalah Abdel Hafiz dari SMA Negeri 1 Padang Sumatera Barat meraih medali emas, Jason Hartanto dari SMA Negeri 1 Sidoarjo Jawa Timur meraih medali perak, Nanda Adi Kurniawan dari SMA Negeri 3 Malang Jawa Timur meraih medali perak, dan Ryan Setyabudi dari SMA Negeri 2 Purwokerto Jawa Tengah meraih medali perunggu. “Para peraih juara ini akan mendapatkan apresiasi dari pemerintah dalam bentuk beasiswa. Peraih emas akan mendapatkan beasiswa sampai dengan S3, peraih perak akan mendapatkan beasiswa sampai dengan S2, dan peraih perunggu akan mendapatkan beasiswa sampai S1,” jelas Purwadi.
 
Pada olimpiade ini peserta mengikuti tes teori dan praktek. Tes teori dilakukan tanpa pengelompokan soal berdasarkan bidang, tetapi dicampur secara acak dengan total soal sebanyak 67. Soal ujian tersebut meliputi bidang Geologi dan Geofisika, Meteorologi. Oceanografi dan Hidrologi serta Astronomi. Pengelompokkan soal per bidang dilakukan pada tes praktek, yangterbagi atas 5 kelompok yakni tes hidrologi, meteorologi, geofisika, geologi dan astronomi.
 
Selain lomba utama tersebut, IESO juga menyelenggarakan lomba kelompok yang dibagi atas 12 kelompok, masing-masing beranggotakan siswa dari beberapa negara. Setiap kelompok diminta untuk menyelesaikan dua macam lomba, yaitu International Team Field Investigation (ITFI) dan Earth Science Project (ESP). Pada lomba ITFI, siswa Indonesia mendapatkan tugas dengan topik “Pedro Balao” atau Batu Balon yang bentuknya istimewa. Para siswa harus menjelaskan sejarah geologi pembentukan batuan tersebut.
 
Sedangkan dalam lomba ESP, seluruh tim mendapatkan tugas untuk membahas mengenai fenomena El Nino yang sedang berlangsung di lautan Pasifik Timur bagian ekuatorial yang dampaknya sangat terasa di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia. Para peserta diminta untuk mencari penjelasan ilmiah mengenai fenomena ini dan pengaruhnya terhadap cuaca dan iklim di Brazil.
 
Penyelenggaraan IESO ke-10 tahun 2016 akan diselenggarakan di Prefektur Mie, Jepang bagian tengah. “Target ke depan Insya Allah bekerja sama dengan seluruh komponen baik perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan para peduli pendidikan lainnya, Indonesia akan meraih medali emas lebih banyak lagi,” harap Purwadi.
Sumber  : http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4649

Thursday, 24 September 2015

Syarat-syarat medapatkan NUPTK

Setelah aplikasi Padamu Negeri ditutup, penerbitan Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan (NUPTK) kembali menjadi wewenang Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP) Kemendikbud. Syarat untuk mendapatkan NUPTK tidaklah jauh berbeda dari sebelumnya, hanya saja cara usul NUPTK baru tak perlu repot lagi karena semua ada pada Aplikasi data pokok pendidikan atau Dapodik. Mulai tahun 2015 mengambil kebijakan untuk mencetak NUPTK baru. Melalui Aplikasi Dapodik, NUPTK akan didapatkan oleh PTK yang memang sudah berhak untuk mendapatkannya dihitung dari data yang diambil dari Aplikasi tersebut. Saat ini di Kemendikbud khususnya PDSP telah mempunyai salinan data yang telah masuk ke dalam server pusat. Jika seorang PTK telah memenuhi syarat untuk mendapatkan NUPTK, maka mereka pasti akan mendapatkannya. Pada saat ini proses fitur edit ptk pada verval PTK masih belum stabil karena dalam tahap integrasi data. Data yang akan diambil oleh PDSP sebagai proses penerbitan NUPTK antara lain; riwayat mengajar PTK, nomor SK pertama, tanggal SK dan, keaktifan PTK. Mulai tahun ini dan seterusnya, NUPTK akan didapatkan oleh PTK yang memang sudah berhak untuk mendapatkannya dihitung dan diambil dari data pada Aplikasi Dapodik. Sumber :SekolahDasar.Net | 29/08/2015 
berikut gambar alurnya : 

Tuesday, 22 September 2015

Bola Voli

BOLA VOLI

Sejarah Permainan Bola Voli
Permainan bola voli diciptakan oleh William B Mogan pada tahun 1895 di Holyoke (Amerika bagian timur). William B Morgan adalah seorang pembina pendidikan jasmani padaYoung Men Christain Association (MCA).

Permainan bola voli di Amerika sangat cepat perkembangannya, sehingga tahun 1933 YMCA mengadakan kejuaraan bola voli nsional.
Kemudian permainan bola voli ini menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1974 pertama kali bola voli dipertandingkan di Polandia dengan peserta yang cukup banyak. Maka pada tahun 1984 didirikan Federasi Bola Voli Internasional atau Internationnal Voli Ball Federation (IVBF) yang waktu itu beranggotakan 1 negara dan berkedudukan di Paris.

Permainan bola voli sangat cepat perkembangannya, antar lain disebabkan oleh : 
  1. Tidak memerlukan lapangan yang luas. 
  2. Mudah dimainkan. 
  3. Alat-alat yang digunakan untuk bermain sangat sederhana. 
  4. Permainan ini sangat menyenangkan. 
  5. Kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat kecil. 
  6. Dapat dimainkan di alam bebas maupun di ruang tertutup. 
  7. Dapat di mainkan banyak orang
Permainan bola voli masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda (sesudah tahun 1928). Perkembangan permainan bola voli di Indodesia sangat cepat. Hal ini terbukti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 tahun 1952 di jakarta. 
Sampai sekarang permainan bola voli termasuk salah satu cabang olahraga yang resmi dipertandingkan. Pada tahun 1955 tepatnya tanggal 22 Januari didirikan Organisasi Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dengan ketuanya W. J. Latumenten. Setelah adanya induk organisasi bola voli ini, maka pada tanggal 28 sampai 30 mei 1955 diadakan kongres dan kejuaraan nasional yang pertama di Jakarta. 
Dengan melihat perkembangan permainan bola voli yang begitu pesat sangatlah tepat bila pemerintah memilih permainan bola voli sebagai olahraga pendidikan di sekolah-sekolah. Hanya pada umumnya permainan bola voli sedikit mengalami kesulitan di dalam memperkenalkan pada anak-anak didik. Kesulitan ini terletak pada gerakan dasar permainan bola voli . 
Teknik Dasar Permainan Bola Voli 
  1. Pengertian Teknik Teknik adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu peraktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang olahraga (khususnya cabang permainan bola voli ). Teknik dikatakan baik apabila dari segi anatomis/fisiologis mekanik dan mental terpenuhi secara benar persyaratannya. Apabila diterapkan pencapaian prestasi maksimal untuk menganalisa gerakan teknik, umumnya para guru atau pelatih akan dapat mengoreksi dan memperbaiki (Suharno, HP, 1983 : 3).
  2. Kegunaan Teknik Pada Cabang Olahraga · Efisien dan Efektif untuk mencapai prestasi maksimal. · Untuk mencegah dan mengurangi terjadinya cidera · Untuk menambah macam-macam teknik atlet ada saat pertandingan. (Suharno, HP. 1982 : 30). · Atlet akan lebih mantap dan optimis dalam memasuki arena pertandingan (Engkos Kosasih, 1984 : 109). 
  3. Teknik Penguasaan Bola Untuk dapat menguasai bola secara maksimal dan sempurna seorang pemain setidaknya harus memiliki kemampuan-kemampuan seperti mampu melakukan passing atas secara baik dan benar dari teknik dasar ini tidak diabaikan dan harus dilatih dengn baik, seseorang harus mengerti dan benar-benar dapat menguasai teknik penguasaan bola dengan baik dan terus menerus, (Dleter Beullteshtahl. 1986 : 9). Agar dapat bermain bola voli dengan baik, seseorang harus mengerti dan benar-berar dapat menguasai teknik penguasaan bola dengan baik. Dengan menguasai teknik penguasaan bola dan latihan yang continue diharapkan nantinya dapat bermain bola voli secara baik dan benar. 
  4. Passing Bawah  Passing bawah biasanya dipergunakan oleh para pemain jika bola datangnya rendah, baik untuk dioperkan kepada teman seregunya maupun untuk dikembalikan ke lapangan lawan melewati atas jaring atau net. Lihat Gambar :
  5. Passing Atas  Passing atas atau passing tangan atas adalah cara pengambilan bola atau mengoper dari atas kepala dengan jari-jari tangan. Bola yang datang dari atas diambil dengan jari-jari tangan di atas, agak di depan kepala (Aip Syarifuddin, 1997 : 69). Gerakan passing bawah dan passing atas yang menunjukkan bahwa digunakan passing bawah pada saat bola yang datangnya rendah atau berada di depan dada, sedangkan passing atas digunakan apabila bola datangnya di atas atau melambung. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk menerima bola service lebih baik dan tepat menggunakan passing bawah dibandingkan dengan passing atas, karena kebanyakan bola sevice datangnya rendah dan berada di depan dada. lihat gambar :
  6. Service Bawah. Service bawah adalah cara melakukan pukulan permukaan dari petak service dengan memukul bola dengan tangan dari bawah sebagai usaha menghidupkan bola dalam permainan (Aip Syarifuddin, 1997 : 70). Service bawah merupakan service yang dilakukan dengan tangan bawah, siku diluruskan dan ayunan tangan dari belakang ke depan melalui samping badan, salah satunya tangan memegang bola dan bola tersebut dilambungkan baru dipukul. Service ini sangat populer dan sering dilakukan oleh pemain pemula.  lihat gambar :
  7. Service Atas  Service atas adalah cara melakukan pukulan permulaan dari bawah service dengan memukul bola dari atas kepala sebagai usaha menghidupkan bola ke dalam permainan (Aip Syarifuddin, 1997 : 53). Servise atas banyak variasinya, bola dapat dilambungkan dengan satu tangan atau dua tangan, tinggi lambungan bola tergantung dari maksud pukulan dan kesenangan pribadi pemain. Namun pada prinsipnya harus diusahakan agar bola dilambungkan sedemikian rupa tingginya, sehingga seluruh rangkaian gerakan memukul menjadi satu gerakan yang tidak terputus-putus. lihat gambar :
  8. Service Samping Service samping adalah melakukan pukulan permulaan dari daerah service dengan sikap berdiri menyamping dan berat badan berada di kaki kanan (bagi yang tidak kidal), telapak tangan menghadap ke atas (Mariyanto, 1995 : 119). Adapun pelaksanaan service samping adalah service berdiri menyamping dengan tubuh bagian kiri lebih dekat dengan jaring (bagi yang tidak kidal) kedua tanga bersama-sama memegang bola. Pada saat bola akan dilambungkan, maka badan diliukkan ke belakang dan lutut ditekuk. Kedua tangan dijulurkan ke samping kanan, begitu bola lepas dari tangan, maka tangan ditarik kesamping kanan bawah, berat badan berada di kaki kanan, telapak tangan menghadap ke atas, pukulan tangan pada bola dibantu dengan liukan badan, lecutan lengan dan gerakan pergelangn tangan sehingga bola setelah dipukul melambung dengan keras dan topspin. lihat gambar :
  9. Service Lompat  Service lompat adalah cara melakukan pukulan permulaan di daerah service dengan melompat setelah bola dilambungkan dengan satu tangan atau dua tangan (Aip Syarifuddin, 1997 : 59). Service lompat dilakukan dengan bola dilambungkan dengan satu atau dua tangan. Begitu bola dilambungkan diikuti dengan melompat dan diusahakan bola berada di atas depan kepala. Bila bola telah berada di atas depan kepala maka segeralah tangan kanan dipukulkan pada bola secepatnya. lihat gambar :
  10. Smash (Spike)  Smesh atau spike adalah gerakan memukul bola yang dilakukan dengan kuat dan keras serta jalannya bola cepat, tajam dan menukik serta sulit diterima lawan apabila pukulan itu dilakukan dengan cepat dan tepat (Aip Syarifuddin, 1997 : 58). Pada teknik smash inilah letak seninya permainan bola voli , apabila pemain hendak memenangkan pertandingan maka mau tidak mau mereka harus menguasai teknik smash. Pemain yang pandai melakukan smash atau dengan istilah smasher harus memiliki kelincahan, daya ledak, timing yang tepat dan mempunyai kemampuan memukul bola yang sempurna. Pemain bola voli akan dapat melakukan berbagai variasi smash apabila pemain tersebut menguasai teknik dasar smash secara baik dan benar. lihat gambar :
  11. Membendung  Membendung (Bloking) adalah bentuk gerakan seseorang atau beberapa orang pemain yang berada didekat net/pemain depan (Aip Syarifuddin, 1997 : 58). Tujuan untuk menutupi atau membendung datangnya bola dari lapangan lawan, caranya dengan menjulurkan kedua tangan ke atas dengan ketinggian yang kanan lebih tinggi dari tepian atau bibir net. Selama melakukan blocking perhatian harus terus menerus kepada bola, posisi smasher terhadap bola dan pendangan mata dari pada smasher. Untuk menyesuaikan terhadap arah datangnya smash, maka perlu mengadakan langkah atau step ke samping kiri atau ke kanan dengan maksud agar setiap saat dapat melompat ke atas untuk melakukan blocking. lihat gambar :
     
C. Passing Atas
  1. Pengertian passing Atas Passing atas merupakan teknik penguasaan bola yang penting untuk dipelajari. Passing atas adalah dapat diartikan menyajikan bola atau mengoper bola dengan menggunakan jari tangan kepada lawan atau langsung ke lapangan lawan, di samping itu passing atas yang baik akan mempengaruhi di dalam pertandingan tetapi hal ini lebih menonjol dalam pertandingan tingkat tinggi dibandingkan pada pertandingan yang lebih rendah. Waktu melakukan passing atas harus diperhatikan beberapa hal, seperti yang dikembangkan oleh Engkos Kosasih sebagai berikut : · Konsentrasi untuk melakukan passing atas. · Berlatih dan menyesuaikan diri untuk menguasai bola. · Lihat dan pelajari dimana tempat menempatkan bola yang tepat. · Ketahui posisi lemah regu lawan (Engkos Kosasih, 1985 : 109). Beberapa cara di dalam melakukan passing atas dalam parmainan bola voli , antara lain : 
  • Passing Atas Individu · Tempatkan badan di bawah bola. · Kedua kaki dibuka, lutut ditekuk, sehingga posisi tubuh berada dalam keadaan setengah jongkok. · Siku dibengkokkan, jari-jari tengah direnggangkan dan letak di depan atas dahi. · Sikap tangan seperti mangkok. · Pandangan ke arah datangnya bola. · Pada waktu bola datang, bola didorong dengan jari-jari tangan, perkenaan tangan pada bola yaitu ruas pertama dan kedua jari telunjuk sampai kelingking, sedangkan ibu jari hanya pada ruas pertama. · Untuk membantu gerakan jari-jari tangan, pergelangan tangan digerakkan kearah depan atas. · Setelah bola lepas dari tangan, diikuti dengan gerakan anggota badan dan langkah kaki ke depan untuk menjaga keseimbangan (Edi Suparman, 1994 : 91).
  • Passing Atas Ke Dinding Ada beberapa pendapat ahli mengenai passing atas ke dinding antara lain : 1. Theo Khelmen dan Dleler Kruber (1990 :40) menyatakan : dengan melakukan passing atas ke dinding berturut-turut maka akan dapat menyempurnakan kemampuan mengarahkan bola. 2. Bonnie Robisson (1991 : 44 - 46 ) mengatakan seseorang pemain harus memperdalam kekuatan tangan untuk mendorong bola ke dinding dengan jarak antara 90 – 12 cm dari dinding atau tembok. Dalam penelitian ini ditetapkan jarak seseorang yang akan melakukan passing atas ke dinding sebagai tempat pelaksanaan kegiatan adalah 120 cm, hal ini didasarkan atas uji coba.
D. Perasarana Permainan Bola Voli
  1. Lapangan dan Ukurannya Lapangan permainan bola voli berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 18 m dan lebar 9 m, semua garis batas lapangan, garis tengah, garis daerah serang adalah 3 m (daerah: depan). Garis batas itu diberi tanda batas dengan menggunakan tali, kayu, cat/kapur, kertas yang lebarnya tidak lebih dari 5 cm. lapangan permainan bola voli terbagi menjadi dua bagian sama besar yang masing-masing luasnya 9 x 9 meter. Di tengah lapangan dibatasi garis tengah yang membagi lapangan menjadi dua bagian sama besar. Masing-masing lapangan terdiri dari atas daerah serang dan daerah pertahanan. Daerah serang yaitu daerah yang dibatasi oleh garis tengah lapangan dengan garis serang yang luasnya 9 x 3 meter. 
  2. Daerah Servise Daerah service adalah daerah selebar 9 meter di belakang setiap garis akhir. Daerah ini dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm yang dibuat 20 cm di belakang garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Kedua garis pendek tersebut sudah termasuk di dalam batas daerah service, perpanjangan daerah service adalah kebelakang sampai batas akhir daerah bebas. 
  3. Jaring (Net) Jaring untuk permainan bola voli berukuran tidak lebih dari 9,50 meter dan lebar tidak lebih dari 1,00 meter dengan petak-petak atau mata jaring berukuran 10 x 10 cm, tinggi net untuk putra 2,43 meter dan untuk putri 2,24 meter, tepian atas terdapat pita putih selebar 5 cm. 
  4. Antene Rod Di dalam pertandingan permainan bola voli yang sifatnya nasional maupun internasional, di atas batas samping jaring dipasang tongkat atau rod yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jaring atau bibir net. Tongkat itu terbuat dari bahan fibergelas dengan ukuran panjang 180 cm dengan diberi warna kontras. 
  5. Bola Bola harus bulat terbuat dari kulit yang lentur atau terbuat dari kulit sintetis yang bagian dalamnya dari karet atau bahan yang sejenis. Warna bola harus satu warna atau kombinasi dari beberapa warna. Bahan kulit sintetis dan kombinasi warna pada bola dipergunakan pada pertandingan resmi internasional harus sesuai dengan standar FIVB. Keliling bola 64 – 67 cm dan beratnya 260 – 280 grm, tekanan didalam bola harus 0, 39 – 0, 325 kg/cm2 (4,26 – 4,61 Psi) (294,3 – 318,82 mbar/hpa). 
  6. Pemain Jumlah pemain dalam lapangan permainan sebanyak 6 orang setiap regu dan ditambah 5 orang sebagai pemain cadangan dan satu orang pemain libero. Satu tim maksimal terdiri dari 12 pemain, saru coach, satu sistem coach, satu trainer, dan satu dokter medis, kecuali libero, satu dari para pemain adalah kapten tim, dia harus diberi tanda dalam score sheet. Hanya pemain terdaftar dalam score sheet dapat memasuki lapangan dan bermain dalam pertandingan. Pada saat coach dan kapten tim menandatangani scoresheet pemain yang terdaftar tidak dapat diganti. Bola Voli

RPP Penjas SD Kelas 2

Monggo Bagi yang berminat RPP Penjas SD Kelas 2.
klik disini

Kids' Athletics

KIDS' ATHLETICS

         Cabang Olahraga yang termasuk baru ini terdiri dari Sprint/Hurdles (Kang'a Escape), Forward Squat Jumps (Loncat Katak), Kids Javellin Throwing (Lempar Turbo) dan Sprint, Hurdles and Slalom Course (Formula one). 
          Adapun sarana dan prasarana athletic kids itu dapat dijabarkan sebagai berikut : 
  1. Sprint/Hurdles ( Kanga’s Escape ). 
    Yaitu lari haling rintang yang dilakukan secara estafet. Permainan ini dilakukan dalam lintasan lari dimana lintasan dibuat dalam dua lintasan setiap tim, satu dengan gawang dan satunya tidak. Dua orang dalam tim berdiri di satu sisi dan dua yang lain disisi seberangnya. Peserta pertama start dari start berdiri dan lari 40 meter tanpa gawang. Pada akhir lintasan memberikan gelang estafet (gelang diberikan dibelakang bendera) ke pelari nomor dua yang meneruskan lari melewati gawang. Pelari kedua juga start dengan posisi berdiri dan lari melewati gawang sampai ujung lintasan dan memberikan gelang estafet ke pelari ketiga. Pelari ketiga lari tanpa gawang dan memberikan ke pelari empat dan seterusnya sampai semua pelari melakukan lari tanpa gawang dan dengan gawang. Dengan demikian pelari ketiga adalah pelari terakhir melewati gawang dan diambil waktunya. Gelang estafet dibawa dengan tangan kanan dan diberikan kepada pelari selanjutnya yang menerima juga dengan tangan kanan. Peralatan yang digunakan : 1. 1 buah Stopwatch 2. 1 kartu even/pos 3. 1 meteran 4. 4 buah gawang ( bisa dibuat kardus) 5. 2 tiang bendera. 6. 1 buah gelang estafet II.
    Gambar : 


    1.  
    2. Forward Squat Jumps ( Loncat Katak )
     Dari garis start seorang peserta melakukan “loncat katak” tiga kali berturut-turut dengan bertumpu dan mendarat dua kaki. Petugas memberi tanda bagian tubuh yang terdekat dari garis start (tumit). Bila peserta jatuh ke belakang maka tandanya adalah pada tangan yang dekat dengan garis start. Titik pendaratan peserta pertama adalah titik awal lompat peserta kedua dan seterusnya. Lomba diselesaikan setelah anggota regu terakhir meloncat dan mendarat serta diberi tanda pada pendaratannya. Gerakan ini dilakukan dua kali, dan hasil terbaik yang digunakan. Peralatan yang digunakan : 1. Alat Penanda 2. 1 buah meteran 3. Kartu lomba III.
    Gambar : 
     3. Kids Javellin Throwing ( Lempar Turbo ).   Lempar turbo diawali dengan awalan sejauh 5 meter, Setelah melakukan awalan pendek peserta melempar turbo ke area lemparan dengan dibatasi garis lempar. Setiap peserta melakukan dua kali lemparan. Peralatan yang diperlukan: 1. 2 lembing anak (Lembing Turbo) Lembing yang dipergunakan berbahan dasar pipa paralon,dengan panjang 40cm,dan berat 200gr,di ujung dibuat lancip sehingga bila lemparan yang dilakukan benar dapat menancap di tanah,disebelah pangkal dibuat sayap seperti rudal. 2. Garis ukur yang telah dikalibrasi dengan meteran. 3. Kartu lomba/Score Board. 
  2.  4. Hurdles and Slalom Course ( Formula One ) Keliling lintasan sekitar 80 meter yang dibagi menjadi area lari/sprint, lari gawang, dan slalom (lihat gambar). Gelang estafet digunakan sebagai alat perpindahan. Setiap peserta harus mulai dengan roll depan atau samping di atas matras. Setiap peserta harus melakukan lintasan secara lengkap dan memberikan gelang kepada peserta selanjutnya. Sekali star dapat dilakukan sampai enam tim bersama-sama. Peralatan yang dibutuhkan : 1. 9 gawang. 2. 10 tongkat/tiang slalom (jarak 1 m tiap tiang) 3. 3 busa/matras 4. Sekitar 30 kerucut/tanda. 5. 1 stopwatch 6. 1 Kartu lomba Sekarang Kids Athletics sudah masuk di ajang Popda. sekian tulisan kami semoga bermanfaat. 
    Gambar :

Sunday, 20 September 2015

Bola Basket

BOLA BASKET


        Michael Jordan, seorang pemain bola basket yang sangat fenomenal dan menjadi idola di seluruh dunia dan juga di indonesia. di tahun 90 an ada salah satu televisi swasta di indonesia yg menyiarkan langsung final NBA antara Cicago bull vs Seatle supersonic, sungguh suatu hal yg sangat berkesan sekali. di era sekarang udah gak ada tv gratis yg menyiarkan lagi. 
          Dengan ini kami mencoba menampilkan sejarah Bola Basket :
  1. Prof. Dr. James A. Naismith adalah salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Ia lahir pada tanggal 6 November di Ontario, Amerika Serikat. Ia merupakan penemu dari olahraga bola basket dan orang pertama yang memperkenalkan helm pada cabang olahraga American Football. Pada awalnya Naismith berusaha mencari cara untuk menghilangkan kebosanan dari murid-muridnya saat musim dingin. Mereka bosan dengan senam yang gerakannya kaku, sehingga kenggotaan dan pengunjung sekolah semakin merosot. Sementara kebutuhan akan tetap melakukan olahraga yang menarik kian mendesak. Naismith pun mencoba menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru sebagai tugas dari Dr. Luther Gullick. Ia mencoba membuat gagasan tentang olahraga yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari. Kriteia dari permainan yang ia inginkan adalah mudah dipelajari, dan tidak begitu keras seperti permainan olahraga lainnya kala itu. Langkah awal yang ia lakukan adalah dengan mencoba mengubah olahraga-olahraga yang telah ramai dimainkan kala itu seperti, Footbal, Baseball, Lacrose, dan sebagainya. Namun tidak ada yang cocok dengan kriteria yang Naismith inginkan. Dari hal itu ia menyimpulkan bahwa permainan itu mempergunakan bola besar dan bulat, tidak ada menjegal, dan mengganti gawang sebagai sasaran. Untuk menjinakkan bola dilakukan operan dengan tangan dan menggiring bola. Gawang diganti dengan sasaran yang lebih sempit dan berada di atas pemain, sehingga keakuratan dan ketepatan menembak lebih prioritas daripada kekuatan saat menendang. Awalnya Naismith ingin menggunakan kotak kayu, namun karena hanya ada keranjang buah yang kosong, sehingga yang dijadikan sasaran tembakan adalah keranjang. Oleh karena itu Naismith menamakan permainan baru ini dengan nama Basketball atau bola basket. Ball berarti bola, sedangkan Basket berarti keranjang. Pada tahun selanjutnya yakni 1892 Naismith pertama kali memperkenalkan olahraga ini kepada masyaratakat Amerika Serikat. Kemudian ia mengeluarkan perarturan resmi bola basket untuk pertama kali di tahun 1984. Selanjutnya di tahun 1895 kata Basketball telah diterima dalam pembendaharaan Bahasa Inggris. Kejuaraan Bola Basket Far Eastern pertama kali diadakan tahun 1913. Tahun 1918 bola basket mulai diperkenalkan secara luas di Eropa oleh tentara pendudukan Amerika dan anggota YMCA. Di tahun 1932 Kongres Bola Basket diadakan untuk pertama kalinya di Jenewa, Swiss. Hasil dari kongres ini yaitu terbentuknya federasi bola basket yang bernama Federation International de Basketball (FIBA). Pada tahun 1936 bola basket untuk pertama kali dipertandingkan dalam olimpiade tepatnya di Olimpiade Berlin dengan dua puluh negara yang ikut serta. Tahun 1939 menjadi tahun duka bagi federasi bola basket atas meninggalnya Prof. Dr. James A. Naismith. 
  2. Gambar Lapangan Bola Basket
  3. Sejarah Bola Basket Di Indonesia
    Bola basket mempunyai sejarah yang cukup panjang di Indonesia, dimulai dengan masuknya gelombang perantau-perantau dari cina ke Indonesia pada tahun 1920-an. Mereka pun membawa permainan bola basket yang sudah dua dasawarsa dikembangkan disana. Para perantau itu membentuk komunitas sendiri termasuk mendirikan sekolah Tionghoa. Di sekolah-sekolah tersebut, bola basket menjadi olahraga wajib yang harus dimainkan oleh setiap siswa. Tidak heran jika disetiap sekolah ada lapangan basket dan tidak heran juga jika pebasket-pebasket yang menonjol permainannya berasal dari sekolah-sekolah tersebut. Tercatat sejak tahun 1930-an, walau belum resmi menjadi sebuah negara yang merdeka, beberapa kota di Indonesia sudah memiliki klub-klub basket lokalnya sendiri. Usai proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945, olahraga basket mulai dikenal luas dikota-kota yang menjadi basis perjuangan seperti Yogyakarta dan Solo. Walau belum memiliki induk olahraga nasional, pada saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional pertama (PON I) yang diadakan di Solo tahun 1948 bola basket dimainkan untuk pertama kali dilevel nasional dan mendapat sambutan cukup meriah baik dari segi penonton maupun peserta. Tiga tahun setelah itu, pada tanggal 23 Okober 1951, “Persatuan Basketball Seluruh Indonesia” lahir dan kemudian pada tahun 1955 dikarenakan ada penyempurnaan nama sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia maka berganti nama menjadi “Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia” (Perbasi). Perbasi diterima menjadi anggota FIBA (the International Basketball Federation atau Federasi Bola Basket Internasional) pada tahun 1953 dan setahun kemudian untuk pertama kalinya Indonesia mengirimkan tim basket di ajang Asian Games Manila. 3 April 1982 adalah tanggal bersejarah bagi dunia basket di Indonesia. Pada hari itu, pertandingan antara klub Rajawali Jakarta menghadapi Semangat Sinar Surya Yogyakarta menandai dimulainya Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama) yang pertama sekaligus langkah awal dari sejarah panjang kompetisi klub-klub papan atas di Indonesia. Indonesia Muda Jakarta mencatatkan diri sebagai klub pertama yang meraih gelar bergengsi Juara Kobatama. Setelah mengalami pasang surut selama hampir 30 tahun, beberapa tahun terakhir ini olahraga bola basket berkembang sangat pesat. Diawali oleh penyelenggaran Deteksi Basketball League (DBL) yang dikemas dengan sangat menarik sehingga mampu memberikan warna sendiri dalam kompetisi tingkat pelajar di Indonesia, juga makin maraknya kompetisi tingkat pelajar ditiap-tiap daerah membuat makin tingginya level pertandingan ditingkat pelajar. Kemudian disusul dengan bangkitnya liga profesional basket putra yang pada awalnya dikenal dengan nama Kobatama sekarang menjadi National Basketball League (NBL) Indonesia dan juga liga profesional basket putri yang sekarang dikenal dengan Women’s National Basketball League (WNBL). Tidak lupa juga kompetisi reguler dari Perbasi yang masih rutin digelar baik kejurnas kelompok umur, antar klub, antar pengprov, Libamanas dll, membuat suasana kompetisi di Indonesia tetap terjaga sepanjang tahun. 4. Teknik Dasar Bola Basket :
    • Teknik Dribbling (menggiring) Teknik dasar dribbling pada basket tujuannya sama dengan teknik dribbling pada sepak bola, yaitu untuk membawa bola menghindari lawan dan menyerang lawan. Perbedaannya adalah dribbling pada bola basket dilakukan dengan memantul-mantulkan bola dengan satu telapak tangan terbuka, jangan menggunakan dua tangan dan jangan menggunakan tangan yang mengepal. Ada dua jenis teknik dribbling dalam basket, yaitu : a. Dribble tinggi Dilakukan untuk menggiring bola secara cepat memasuki pertahanan lawan dengan cara jalan cepat / lari, teknik ini digunakan ketika pemain lawan cukup jauh dari pemegang bola. b. Dribble Rendah Teknik ini dilakukan untuk mempertahankan bola dari rebutan lawan main. Teknik ini digunakan ketika sedang berhadapan langsung dengan lawan dan ingin membuat sebuah terobosan yang memanfaatkan celah yang dibuat oleh lawan ketika lengah. b. Teknik Passing (mengoper) Teknik Passing merupakan teknik dasar permainan bola basket yang harus kamu kuasai betul agar bisa bermain secara kolektif. Teknik passing / mengumpan merupakan gerakan melempar bola kepada teman yang masih dalam satu tim. Passing bisa dilakukan dengan menggunakan dua tangan atau satu tangan saja, tujuan dari melakukan passing adalah untuk menjaga bola dari rebutan lawan dan menyusun serangan dengan terobosan matang atau gerak tipuan. Setidaknya ada 6 jenis passing yang bisa dilakukan yaitu: 1. Overhead Pass Teknik passing yang dilakukan dengan posisi bola dari atas kepala. Umpan jenis ini dilakukan untuk melakukan counter attack dengan melemparkan bola jauh ke daerah pertahanan lawan.
      •  Chest Pass Teknik Passing yang dilakukan dengan posisi bola didepan dada, teknik ini biasanya menggunakan lemparan dua tangan dengan tujuan operan lurus terhadap teman yang satu tim.
  • Bounce Pass Teknik passing yang dilakukan dengan memantulkan bola kebawah kemudian diterima oleh teman satu tim, teknik ini sebenarnya untuk menghindari hadangan lawan.
SEKIAN DULU, LAIN WAKTU DI LANJUT

Jangan ada diskriminasi anak didik di sekolah


           Sistem diskriminasi berdasarkan warna kulit (Apartheid) memang telah berhasil dikikis di Afrika Selatan dengan tokoh pejuangnya yang beberapa waktu lalu meninggal, Nelson Mandela. Akan tetapi, tanpa disadari spirit dari system tersebut agaknya masih tampak secara kentara di beberapa bidang. Salah satunya ialah dalam dunia pendidikan yang digadang-gadang menelurkan manusia-manusia terdidik dan menjunjung nilai moral dalam bermasyarakat. Seakan-akan prinsip egaliter yang semestinya menjadi pegangan dalam dunia pendidikan hilang tanpa jejak. Adapun yang dimaksud penulis, lebih mengerucut pada pemisahan antara siswa "pintar dan bodoh" di sekolah.
              Sebuah diskriminasi yang sewajarnya cukup membuat prihatin berbagai kalangan pemerhati pendidikan. Banyak didapati guru lebih menaruh perhatian kepada siswa yang dianggapnya pintar dengan alasan mampu menguasai materi pelajaran yang diajarkan. Bahkan tidak ketinggalan pula sanjungan pun meluncur kepada siswa yang bersangkutan. Begitu sebaliknya, kepada anak yang kurang begitu memahami atas apa yang diajarkan cenderung dibiarkan tanpa diberi perhatian khusus. Lebih ekstrem lagi, guru mengeneralisasikan ketidakpahaman siswa di semua mata pelajaran dan menganggap siswa tersebut tidak memiliki potensi apapun. 
        Wajar memang, apabila seorang guru menaruh perhatian secara lebih kepada siswa yang mampu memahami materi pelajaran. Akan tetapi semestinya dibarengi pula dengan memberikan perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Lebih pentingnya ialah meyakini bahwa setiap siswa memiliki potensi atau bakat yang dapat berkembang untuk masa depannya. Anggapan guru dengan penyematan pintar dan bodoh terhadap siswa-siswanya sangat umum terjadi hingga kini. Bukankah Allah SWT telah memberikan kelebihan pada setiap manusia dalam bidang tertentu?. Jika anggapan bodoh dan pintar terus tersemat dalam paradigma para pendidik di sekolah (guru), bukankah mengesampingkan fitrah manusia yang diberikan Sang Pencipta?. Pertanyaan di atas agaknya perlu direnungkan dan dijawab oleh para guru dengan pendekatan spiritual. Anggapan pintar dan bodoh terhadap siswa dengan berdasar pada kemampuan penyerapan materi pelajaran di sekolah tanpa memandang pada aspek kausalitas (sebab akibat) sangatlah tidak pantas. Tanpa disadari pula, hal tersebut membunuh potensi yang terpendam pada diri siswa. Satu dari dua anggapan tersebut yang menjadi penekanan pada ruang tulisan ini adalah anggapan bodoh. Kata bodoh, seperti yang diketahui bersama adalah kata bernuansa negative yang disematkan lantaran ketidakbisaan. Akan tetapi, kata tersebut menurut penulis sangat tidak etis dipergunakan di dunia pendidikan yang sangat dihormati itu. Ketidakpahaman seorang siswa terhadap suatu materi pelajaran bisa dikarenakan dua factor secara garis besar. Pertama, sangat mungkin guru yang mengajarnya menggunakan cara/metode yang memang tidak cocok bagi siswa yang bersangkutan. Guru yang mengajar suatu konsep materi dianggap terlalu sukar dipahami sehingga pemahamannya tidak masuk. Oleh karena itu, seorang guru memang selayaknya mampu memahami kondisi psikis siswa dalam belajar. Membuka ruang kesempatan untuk bertanya dengan pendekatan tertentu secara leluasa terhadap siswa sangat ditekankan. Apabila hal ini terjadi, tentunya guru tidak secara gegabah melayangkan ungkapan bodoh terhadap siswa secara gamblang. Kedua, secara fitrah manusia memiliki kelebihan pada bidang tertentu. Hanya saja, kelebihan yang menjadi potensinya tidak terlejitkan. Sebagai contoh, ada seorang siswa yang kesulitan dalam pelajaran Matematika, namun ia memiliki kelebihan dalam pelajaran bahasa Indonesia. Potensi dalam bahasa Indonesia itulah yang perlu diapresiasi dan dihargai oleh guru. Ada pula yang kurang dalam bidang pelajaran yang menuntut kemampuan kognitif, namun memiliki potensi dalam bidang olahraga. Dengan demikian, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa setiap siswa pasti memiliki kelebihan pada bidang tertentu. Howard Gardner, seorang pakar psikologi dari Universitas Harvard, menyodorkan suatu teori yang dapat mengubah dunia pendidikan, khususnya di Indonesia. Gardner menemukan teori tersebut yang sekarang mulai dikenal yakni Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences). Sejatinya, setiap siswa memiliki kecerdasan pada bidangnya masing-masing. Kecerdasan yang dimaksud oleh Gardner terbagi menjadi sembilan bidang kecerdasan, yakni Musikal, Moral, Naturalis (Cerdas Alam), Intrapersonal (Cerdas Diri), Linguistik (Cerdas Bahasa), Interpersonal (Cerdas Bergaul), Spasial-Visual (Cerdas Gambar dan Ruang), Kinestetis (Cerdas Gerak) dan Matematis-Logis (Cerdas Angka dan Logika). Teori tersebut di atas semestinya membuka kesadaran bagi para guru yang masih memasang paradigma anggapan siswa pintar dan bodoh. Munif Chatib (2013) lebih memandang, letak kesalahan guru dan atau sekolah terhadap siswanya ialah tidak memperhatikan potensi-potensi lain yang sekiranya terpendam pada diri siswa. Nilai kuantitas dari hasil tes atau ujian adalah patokan yang terlalu diagung-agungkan oleh kebanyakan sekolah dalam mengukur keberhasilan dalam belajar. Alhasil, angka seolah-olah menjadi buruan yang paling dicari oleh para pengenyam pendidikan. Tentulah hal tersebut mengkaburkan hakikat pendidikan itu sendiri. Alangkah baiknya, apabila guru yang mendapati siswanya yang mengalami kesulitan terhadap suatu konsep materi pelajaran didekati dan diberi arahan serta mencoba mengenal psikisnya sehingga ditemukan karakter belajarnya. Perhatian yang demikian akan terjadi suatu kedekatan yang sangat mungkin siswa bersangkutan merasa terdorong meningkatkan belajarnya. Jikalau, siswa memang benar-benar mengalami kesulitan pada bidang pelajaran tertentu lantaran bukan bidang kecerdasannya, janganlah langsung mencap bodoh. Segenap guru di suatu sekolah selayaknya mencari bidang kecerdasan masing-masing siswanya. Terpenting ialah anggaplah semua siswa pintar sesuai dengan bidangnya. Jika paradigma demikian terbangun maka segera terwujud pendidikan yang berkualitas. Upaya untuk membangun bangsa agar lebih maju pun segera terwujud lewat pendidikan. Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2015/09/

Ada apa dengan Pendidikan Indonesia

Melihat potert pendidikan di indonesia saat ini kami merasa sedih karena indonesia menempati peringkat yang jauh di bawah, dengan adanya hal tersebut kami mencoba membandingkan pendidikan di indonesia dengan pendidikan di finlandia yang dianggap sebagai negara yang maju di bidang pendidikannya. antara lain :
  1. Usia Sekolah.
    Orang tua jaman sekarang pasti sudah ribet kalau mikir pendidikan anak. Anaknya belum genap 3 tahun aja udah ngantri dapat pre-school bagus gara-gara takut kalau dari awal sekolahnya gak bagus, nantinya susah dapat SD, SMP, atau SMA yang bagus. Di Finlandia tidak ada kekhawatiran seperti itu. Bahkan menurut hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah ketika berumur 7 tahun. Di finlandia anak baru boleh bersekolah setelah berusia 7 tahun Awal yang lebih telat jika dibandingkan negara-negara lain itu justru berasal dari pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka juga meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bahkan penilaian tugas tidak diberikan hingga mereka kelas 4 SD. Hingga jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode pembelajaran. Pelajar di Finlandia sudah terbiasa menemukan sendiri cara pembelajaran yang paling efektif bagi mereka, jadi nantinya mereka tidak harus merasa terpaksa untuk belajar. Maka dari itu meskipun mulai telat, tapi pelajar umur 15 di Finlandia justru berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Itu membuktikan faedah dan efektivitas sistem pendidikan di Finlandia.
  2. Alokasi waktu belajar
    Di Indonesia anak disibukkan dengan kegiatan belajar yang padat dan pekerjaan rumah yang menumpuk dimana waktu bermain anak sangat kurang sekali, sedang di Finlandia mereka hanya 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat,untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak mendapatkan rehat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan datang, jika mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru. Mereka juga jadi lebih produktif di jam-jam belajar karena mengerti bahwa toh sebentar lagi mereka akan dapat kembali bermain. Di samping meningkatkan kemampuan fokus di atas, memiliki jam istirahat yang lebih panjang di sekolah juga sebenarnya memiliki manfaat kesehatan. Mereka jadi lebih aktif bergerak dan bermain, tidak hanya duduk di kelas. Bagus juga kan jika tidak membiasakan anak-anak dari kecil untuk terlalu banyak duduk. 
  3. Biaya pendidikan

    Di Indonesia orang tua akan sangat merasa kesulitan memenuhi biaya pendidikan terutama bila sudah memasuki jenjang perguruan tinggi dimana biaya dirasa sangat tidak terjangkau, sedang di Finlandia semua Sekolah Negeri Bebas Dari Biaya. Sekolah Swasta Pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau Satu lagi faktor yang membuat orang tua di Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yang bagus untuk anaknya, karena semua sekolah di Finlandia itu setara bagusnya. Dan yang lebih penting lagi, sama gratisnya. Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberi subsidi pada mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua. Reformasi pendidikan yang dimulai pada tahun 1970-an tersebut merancang sistem kepercayaan yang meniadakan evaluasi atau ranking sekolah sehingga antara sekolah gak perlu merasa berkompetisi. Sekolah swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, hanya terdapat segelintir sekolah swasta yang biasanya juga berdiri karena basis agama. Tidak berhenti dengan biaya pendidikan gratis, pemerintah Finlandia juga menyediakan fasilitas pendukung proses pembelajaran seperti makan siang, biaya kesehatan, dan angkutan sekolah secara cuma-cuma. Memang sih sistem seperti ini mungkin berjalan karena kemapanan perekonomian Finlandia. Tapi jika memahami sentralnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa, seharusnya semua negara juga berinvestasi besar untuk pendidikan. Asal gak akhirnya dikorupsi aja sih.
  4. Kualitas Pendidik
    Di Indonesia pendidik yang memiliki gelar sarjana masih belum 100% apalagi yang memiliki gelar S2, sedangkan di FinlandiaSemua Guru Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar Master. Gaji Mereka Juga Termasuk Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia Di samping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yang mengucur dari pemerintah, penopang utama dari kualitas merata yang ditemukan di semua sekolah di Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang setinggi langit. Guru adalah salah satu pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang SD atau SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi. Finlandia memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya. Tidak saja kualitas, pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk pembelajaran intensif yang optimal. Ada 1 guru untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru bisa memberikan perhatian khusus untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas. Jika Indonesia ingin semaju Finlandia dalam urusan pendidikan, guru-guru kita selayaknya juga harus mendapatkan sokongan sebagus ini. Kalau perhatian kita ke guru kurang, kenapa kita menuntut mereka harus memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran? Tidak adil ‘kan? Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka. Diversitas siswa seperti keberagaman tingkatan sosial atau latar belakang kultur biasanya jadi tantangan sendiri dalam menyeleraskan mutu pendidikan. Bisa jadi gara-gara fleksibilitas dalam sistem pendidikan Finlandia itu, semua diversitas justru bisa difasilitasi. Jadi dengan caranya sendiri-sendiri, siswa-siswa yang berbeda ini bisa mengembangkan potensinya secara maksimal. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah Tidak hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena pilihan mereka. Pendeknya jam belajar justru mendorong mereka untuk lebih produktif. Biasanya pada awal semester, guru-guru justru menyuruh mereka untuk menentukan target atau aktivitas pembelajaran sendiri. Jadi ketika masuk kelas, mereka tidak sekadar tahu dan siap tapi juga tidak sabar untuk memulai proyeknya sendiri. Gak Ada Sistem Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1 Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa semua siswa di Finlandia dapat jadi pintar. Tanpa terkecuali. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’. Walaupun ada bantuan khusus untuk siswa yang merasa butuh, tapi mereka tetap ditempatkan dalam kelas dan program yang sama. Tidak ada juga program akselerasi. Pembelajaran di sekolah berlangsung secara kolaboratif. Bahkan anak dari kelas-kelas berbeda pun sering bertemu untuk kelas campuran. Strategi itu terbukti berhasil karena saat ini Finlandia adalah negara dengan kesenjangan pendidikan terkecil di dunia.

Sunday, 6 September 2015

Prota Penjas SD

dalam mempersiapkan pembelajaran di tahun pelajaran yang baru kita perlu membuat Program Tahunan, dimana kita mempersiapkan materi apa saja yang akan kita berikan kepada siswa kita selama satu tahun pelajaran. Program Tahunan Penjasorkes Tahun Pelajaran 2015/2016 silahkan DOWNLOAD

KKM Penjas

Perangkat pembelajaran adalah sesuatu yang sangat penting bagi seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Untuk hal pertama yang dilakukan mungkin kita perlu mempersiapkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) bagi yang berminat silahkan klik DOWNLOAD